My Melody Crying Ayra blog: cerita rakyat
Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

Pejuang SI

"Walaupun membutuhkan waktu yang lama pada akhirnya hasil dan usaha memang gak ada yang cuma cuma...." Read More

Anything for you

"Selalu ada penjelasan di setiap kejadian bagi oorang yang percaya adanya kebesaran tuhan...." Read More

Ini tentang kita

"Tentang kebersamaan yang tak akan pernah usai,Kebersamaan itu indah... Read More

Hidup kuh

Selagi masih bisa berusaha buat apa ada kata lelah....... Read More

I dont care

Kembalikan saja pada allah,sesulit apapun yg kita jalani pasti ada jalan keluarnya.....be strong. Read More

Tampilkan postingan dengan label cerita rakyat. Tampilkan semua postingan

Cerita Rakyat | Maling Kundang

0 Comments



Cerita Malin Kundang asli Indonesia yang diceritakan secara turun temurun. Cerita rakyat Sumatera Barat ini di percaya sebagai asal muasal sebuah batu di pantai air manis Sumatera Barat. Dengan membaca dongeng rakyat ini adik-adik jadi tahu cerita rakyat yang sangat terkenal di Indonesia. Selamat membaca.

Dongeng Sumatera Barat : Legenda Cerita Malin Kundang Asli
Pada zaman dahulu, hiduplah seorang janda bersama seorang anak laki-laki, di perkampungan Pantai Air Manis, Padang Sumatera Barat.
Perempuan itu bernama Mande Rubayah, sedangkan anak laki-lakinya bernama Malin Kundang. Sejak kanak-kanak, Malin Kundang sudah ditinggal mati ayahnya. Pada saat Malin menginjak dewasa, ada kapal besar berlabuh di Pantai Air Manis. Kedatangan kapal tersebut meneguhkan hatinya untuk 3pergi merantau.
"Bu, saya ingin mencari kerja, merantau ke negeri orang," kata Malin dengan suara lirih. "Belum tentu setahun sekali ada kapal besar merapat di pantai ini. Saya akan mencari kerja agar nasib kita berubah dan terbebas dari kemiskinan." Meski dengan berat hati, akhirnya Mande Rubayah pun mengizinkan anaknya pergi.
Hari berganti, bulan berjalan, dan tahun berbilang, Malin telah pergi meninggalkan kampungnya tanpa pernah memberi kabar kepada ibunya. Pada suatu hari, sebuah kapal besar berlabuh di pantai Air Manis. Melihat hal itu, Mande Rubayah ikut berdesakan mendekati kapal tersebut. Ia sangat yakin bahwa lelaki muda itu adalah Malin Kundang. Tanpa canggung, ia langsung memeluk Malin erat-erat, seolah takut kehilangan
anaknya lagi. Lalu ia pun menyapa Malin dengan suara serak, karena menahan tangis bahagia.
"Malin, anakku, mengapa begitu lamanya kau meninggalkan ibu?" Malin terpana karena ia tak percaya bahwa wanita itu adalah ibunya.
Sebelum sempat berpikir, istrinya yang cantik itu berkata,"Cuih! Wanita buruk inikah ibumu? Mengapa kau membohongi aku?" Lalu dia berkata lagi. "Bukankah dulu kau katakan ibumu adalah seorang bangsawan sederajat dengan kami?"
Mendengar kata-kata istrinya, Malin Kundang mendorong wanita tua itu hingga terguling ke pasir. Mande Rubayah berkata lagi, "Malin, Malin, anakku. Aku ini ibumu, Nak!" Malin Kundang tidak menghiraukan perkataan ibunya.
"Hai, Perempuan tua! Ibuku tidak sepertimu, engkau tampak sangat miskin dan kotor!" kata si Malin sambil mendorong wanita tua itu hingga terkapar pingsan.

Legenda Cerita Malin Kundang Asli

Ketika Mande Rubayah sadar, Pantai Air Manis sudah sepi. Di laut dilihatnya kapal Malin semakin menjauh. Hatinya perih seperti ditusuk-tusuk. Tangannya ditengadahkan ke langit. Ia kemudian berseru, "Ya Allah, Yang Maha Kuasa, kalau dia bukan anakku, aku maafkan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang benar dia anakku, Malin Kundang, aku mohon keadilan-Mu."
Tidak lama kemudian, cuaca di tengah laut yang tadinya cerah, mendadak berubah menjadi gelap. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba datanglah badai besar menghantam kapal Malin Kundang. Seketika kapal itu hancur berkeping-keping. Kemudian terempas ombak hingga ke pantai.
Keesokan harinya, di kaki bukit terlihat kepingan kapal yang telah menjadi batu, itulah kapal Malin Kundang. Tak jauh dari tempat itu, nampaklah sebongkah batu yang menyerupai tubuh manusia. Konon, itulah tubuh Malin Kundang anak durhaka yang terkena kutukan ibunya menjadi batu. Di sela-sela batu itu, berenang-renang ikan teri, ikan belanak, dan ikan tenggiri.

Konon, ikan ikan itu berasal dari serpihan tubuh sang istri yang terus mencari Malin Kundang

Pesan moral dari Legenda Cerita Malin Kundang Asli adalah Kisah Malin Kundang merupakan kisah seorang anak yang durhaka kepada ibu kandungnya. Ia dilupakan oleh harta benda yang didapatnya sehingga ia dikutuk menjadi batu.


Read More →

Cerita Rakyat | Sangkuriang

0 Comments

Cerita Rakyat Sangkuriang dari Jawa Barat
Cerita Rakyat Sangkuriang memiliki banyak sekali versi. Kakak sendiri sebelumnya sudah memposting tiga versi yang lain dari cerita ini. Untuk posting sebelumnya adik-adik dapat menemukan di link berikut Cerita Rakyat Tangkuban Perahu. Banyaknya versi dari legenda sangkuriang menambah khasanah dari cerita rakyat Sunda ini. Posting kali ini merupakan versi paling lengkap dan yang paling kakak sukai. Penasaran? Yuk kita ikuti ceritanya.
Cerita Rakyat Sangkuriang : Asal Muasa Tangkuban Perahu
Dongeng Tangkuban Perahu – Legenda Jawa Barat
Dahulu kala di sebuah Khayangan. Ada seorang Dewa dan Dewi membuat kesalahan di Khayangan. Mereka harus menjalani hukuman di Bumi. Dan harus berbuat kebaikan. Keduanya berubah bentuk menjadi seekor Babi dan seekor Anjing.

Babi hutan jelmaan Dewi bernama Wayung Hyang, dan seekor Anjing jelmaan bernama Tumang. Babi hutan harus melakukan berbagai kebaikan di dalam hutan. Dan anjing jelmaan Dewa itu mengabdi di sebuah kerajaan sebagai Anjing pemburu pada seorang Raja bernama Sungging Perbangkara.


Cerita Rakyat Sangkuriang Tangkuban Perahu

Suatu hari, Raja Sungging Perbangkara sedang berburu kehutan di tepi kerajaan. Seusai berburu Raja Sumbing Perbangkara buang air kecil pada sebuah Daun Caring. Ia langsung meninggalkan Daun Caring yang di dalamnya ada air kencingnya yang tergenang. Setelah meninggalkan tempat itu, tiba-tiba datanglah seekor Babi yang sedang kehausan. Kemudian meminum air kencing sang Raja tersebut. Tidak di sangka Wayung Hyang hamil. Ternyata, air kencing Raja Sumbing Perbangkara mengandung Sperma yang dapat menyebabkan Wayung Hyang hamil.

Beberapa bulan kemudian, Wayung Hyang melahirkan seorang Putri yang sangat cantik jelita. Ia membersihkan tubuh Bayi itu dengan cara menjilatinya. Kemudian, Wayung Hyang langsung meletakkan Bayi itu di atas batu yang sangat besar di balik semak-semak. Dan berharap Raja Sumbing Perbangkara dapat menemukannya.


Sumbing Perbangkara sangat suka berburu dan kembali ke dalam hutan. Sungging Perbangkara yang sedang memburu Kijang, mendengar suara tangisan Bayi. Ia mencari asal suara tersebut dan di temani oleh Anjingnya bernama Tumang. Akhirnya, ia menemukan Bayi perempuan itu. Ia sangat terkejut dan membawanya ke istana. Ia mengangkat Bayi Perempuan tersebut sebagai anaknya dan diberi nama Dayang Sumbi

Waktu berjalan dengan cepat. Dayang Sumbi tumbuh menjadi seorang putri yang sangat cantik jelita. Dayang Sumbi sangat pandai menenun. Sehingga banyak pria yang berdatangan ke istana untuk meminangnya. Namun, tidak satupun lamaran dari mereka di terima.

Dayang Sumbi tidak ingin ada pertumpahan darah jika salah satu dari mereka di terima lamarannya. Akhirnya, ia meminta ijin kepada ayahnya untuk mengasingkan diri dari kerajaan. Awalnya, Sumbing Perbangkara tidak mengijinkan. Namun, akhirnya mengijinkan dan di bawalah Anjing itu bersama putrinya.

Sang Raja, membuatkan sebuah gubuk di pinggir hutan. Dayang Sumbi menghabiskan waktunya untuk menenun.

Pada suatu malam, ketika Dayang Sumbi sedang menenun, tiba-tiba gulungan benang terjatuh ke luar pondok. Karena sudah malam, ia takut untuk mengambil gulungan benang tersebut. Tanpa ia sadari, ia bersumpah. ‘’ Siapapun yang mengambilkan gulungan benang itu untukku, jika perempuan akan aku jadikan sebagai saudara, sedangkan jika laki-laki akan ku jadikan suami.’’

Tanpa ia sadari sebelumnya, tiba-tiba datang seekor Anjing jantan berwarna hitam yang di tugaskan Raja untuk menemani Dayang Sumbi menghampirinya, dan membawa gulungan benang tersebut. Ia sangat terkejut. Namun, apa mau di kata, ia sudah bersumpah dan harus menepati janjinya.


‘’ Baiklah, Tumang, aku sudah berjanji dan aku harus menepatinya. Meskipun kamu seekor Anjing, aku tetap mau menjadi istrimu.’’ Ujarnya.

Mendengar ucapan Dayang Sumbi, Anjing hitam itu berubah menjadi Pemuda yang sangat tampan. Dayang Sumbi sangat terkejut melihat pemuda tampan di depannya.

‘’ Heii, siapa kamu? Mengapa tiba-tiba ada di gubukku?’’

‘’ Maaf, tuan putri. Saya adalah jelmaan Dewa.’’ Jawab pemuda itu.

Dayang Sumbi dan Pemuda tampan itu. Akhirnya menikah, keduanya sepakat untuk merahasiakan pernikahan mereka kepada Raja Sungging Perbangkara. Kemanapun ia pergi, ia selalu di temani oleh suaminya si Tumang. Tidak ada satu orangpun yang tahu bahwa si Tumang adalah jelmaan Dewa, setiap malam purnama, Tumang berubah menjadi Pemuda tampan.

Akhirnya, setelah satu tahun mereka menikah. Dayang Sumbi melahirkan seorang anak laki-laki yang sangat tampan. Dayang Sumbi akhirnya memberikan nama Sangkuriang. Dengan berjalannya waktu Sangkurian tumbuh menjadi anak yang tampan, pandai, rajin dan ia mulai mahir memanah dengan sangat baik. Sangkuriang sangat suka berburu ke dalam hutan.

Suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh Sangkuriang untuk berburu Rusa ke hutan. Dayang Sumbi ingin sekali memaka hati Rusa. Sangkuriang sangat berharap bisa mendapatkan hati seekor Rusa untuk di berikan kepada ibunya. Sudah seharian ia berburu. Namun, tidak ada satu ekor pun yang ia dapatkan. Tiba-tiba, ketika ia hendak pulang. Ia melihat seekor Babi hutan Wayung Hyang melintas di depannya. Sangkuriang segera mengarahkan panahnya. Namun, Wayunh Hyang berlari sangat gesit. Sangkuriang sangat marah dan kesal dan memerintahkan Tumang untuk mengejarnya.

‘’ Tumang, Cepat kejar Babi itu?’’ ujarnya dengan marah.

Tumang yang mengetahui bahwa Babi buruannya tersebut adalah Wayung Hyang. Ia diam saja tidak menuruti perintah Sangkuriang. Beberapa kali Sangkuriang berteriak. Namun, tumang tetap tidak bergerak. Ia tambah kesal melihat tingkah si Tomang.

Sangkuriang sangat marah kepada Tumang, dan mengarahkan anak panahnya. Tanpa sengaja. Ia melepaskan anak panah itu dan mengenai kepala si Tumang. Anjing itu pun langsung mati seketika. Sangkuriang merasa takut dan merasa bersalah. Lalu, ia mengambil hatinya. Ia langsung membawa hati tersebut pulang ke rumah dan dberikan kepada ibunya. Dayang Sumbi sangat gembira, ia mengira hati yang di berikan anaknya adalah hati seekor rusa. Setelah di masak dan makan bersama, Dayang Sumbi tidak melihat si Tumang dan menanyakannya.

‘’ Anakku, di mana Tumang? Bukankah ia ikut pergi berburu bersamamu?’’ Tanya Dayang Sumbi.

Sangkuriang sangat bingung dan tidak bisa berbohong. Akhirnya ia mengatakan dengan jujur.

‘’ Maaf bu, aku tidak sengaja membunuhnya! Hati yang kita makan itu adalah hati si Tumang.’’ Jawabnya dengan gelisah

Dayang Sumbi sangat marah. Karena Sangkuriang sudah membunuh ayah kandungnya sendiri.

‘’ Apa yang kamu katakana? Kamu sudah membunuhnya? Dasar anak tidak tahu diri kau!’’ seru Dayang Sumbi sambil memukul kepalanya dengan sendok nasi dan mengeluarkan darah, lukanya membekas dan tidak dapat hilang. Sangkuriang sangat sedih dan pergi dari gubuk itu.

Cerita Rakyat Sangkuriang Legenda Tangkuban Perahu

Dayang Sumbi, selalu menunggu kedatangan putranya. Namun, ia tak kunjung datang. Ia merasa sangat menyesal telah memukulnya dan membiarkan ia pergi dari rumah. Setiap hari ia selalu berdoa untuk bertemu anaknya. Tuhan mengabulkan doanya. Ia di berikan kecantikan yang abadi.

Sangkuriang berjalan di tengah hutan dengan luka di kepalanya. Karena tidak kuat menahan rasa sakit. Ia langsung pingsan. Ketika ia sadar, ia sangat terkejut dan melihat seorang Kakek tua.

‘’ Kakek, siapa ? aku ada dimana.” Tanyanya.

‘’ Tenanglah anak muda, aku seorang petapa. Kakek menemukanmu pingsan dan terluka parah. Kamu sekarang ada di dalam gua pertapaanku.’’ Jawabnya.

Perlahan Kakek tua itu bertanya asal usul Sangkuriang. Namun, Sangkuriang tidak dapat mengingat masa lalunya. Bahkan namanya sendiri. Ki Ageng memanggilnya dengan nama Jaka. Ki Ageng merawat Sangkuriang sampai sembuh, dan mengajarinya ilmu bela diri dan kesaktian mandraguna. Setelah beberapa tahun Sangkuriang belajar ilmu kesaktian dan tumbuh menjadi Pemuda yang sangat tampan. Dengan kesaktiannya, ia dapat memanggil mahluk-mahluk halus ( gaib )

Suatu hari, ia pergi kedalam hutan. Ia berjalan mengikuti langkah kakinya, hingga ia sampai di sebuah gubuk di tepi hutan. Karena ia merasa haus, ia meberanikan diri untuk datang ke gubuk itu untuk meminta minum. Tak di sangka, penghuni gubuk itu adalah gadis yang sangat cantik jelita. Gadis cantik itu adalah Dayang Sumbi ibunya sendiri. Saat pertama kali melihat pemuda yang datang kerumahnya ia tidak menyangka bahwa Jaka adalah anaknya Sangkuriang. Sangkuriang jatuh cinta melihat Dayang sumbi yang sangat cantik itu. Dan ingin menjadikannya sebagai istrinya.

Keesokan harinya. Jaka pergi untuk berburu. Namun, sebelum ia berburu ia mampir ke gubuk untuk bertemu Dayang Sumbi. Tanpa sengaja ikat kepalanya sedikit naik ke atas dan terlihatlah bekas luka Jaka. Bekas luka itu sangat mirip dengan bekas luka yang dimiliki putranya. Dayang Sumbi pun menanyakan bekas luka tersebut.

‘’ Kenapa ada bekas luka di kepalamu Jaka?’’ Tanya Dayang Sumbi.

Namun, Jaka tidak dapat mengingat masa lalunya. Ia hanya menceritakan pertemuannya dengan pertapa dan ia di selamatkan saat terluka parah. Mendengar cerita tersebut, Dayang Sumbi sangat terkejut. Dia yakinlah bahwa Jaka adalah anaknya sendiri Sangkuriang.

Dayang Sumbi pun merasa sangat bingung, ia tidak mungkin menikah dengan anaknya sendiri. Ia berusaha menyakinkan Sangkuriang bahwa ia adalah ibunya. Namun, Sangkuriang tidak percaya apa yang di ucapkan Dayang Sumbi. Melihat sikap putranya itu Dayang Sumbi sangat bingung. Setiap hari ia berpikir bagaimana cara membatalkan pernikahannya. Akhirnya, ia pun menemukan caranya, ia akan mengajukkan dua syarat. Jika kedua syarat dapat di penuhi oleh Sangkuriang, ia akan menikah dengannya. Namun, sebaliknya, jika gagal pernikahannya di batalkan. Suatu malam Dayang Sumbi menyampaikan kedua syaratnya tersebut.

‘’ Jika kamu tetap ingin menikah denganku, kamu harus memenuhi dua syarat.’’

‘’ Apakah syaratmu itu Dayang Sumbi?’’

‘’ Kamu harus membuatkan sebuah Danau dan perahu. Namun, danau dan perahu itu harus selesai sebelum matahari terbit.’’ Jawabnya.

‘’ Baiklah, Dayang Sumbi, kedua syarat mu akan aku penuhi.’’

Dengan menggunakan kesaktiannya, Sangkuriang segera memanggil pasukkan mahluk-mahluk halus untuk membantunya. Setelah mereka siap. Mereka mulai menggali tanah,dan menyusun batu-batu besar untuk membendung aliran sungai. Kemudian mereka menebang kayu-kayu yang sangat besar untuk membuat perahu.
Pada saat tengah malah, secara diam-diam Dayang Sumbi melihat pekerjaan Sangkuriang dan pasukannya. Ia sangat terkejut melihat danau dan perahu hampir selesai. Dayang Sumbi pun sangat gelisah. Ia langsung berlari ke desa untuk meminta bantuan kepada seluruh masyarakat. Akhirnya ia menggelar kain merah ke arah sebelah timur. Setelah bebera saat ia menggelar kain tenun buatanya itu. Muncullah cahaya kemerahan dari arah timur, seakan fajar mulai datang. Suara ayam jantan berkokok. Mahluk halus melihat fajar kemerahan akan datang dan mendengar suara Ayam berkokok mengira hati mulai pagi. Mereka pun pergi melarikan diri dan meninggalkan danau dan perahu yang hampir selesai itu.

Saat mengetahui Dayang Sumbi membohonginya, Sangkuriang sangat marah dan murka. Dengan kesaktianya ia menjebol bendungan yang di buatnya bersama pasukannya. Sehingga terjadi banjir yang sangat besar. Kemudian ia menendang perahu yang sudah hampir selesai itu terbang dan jatuh menelungkep. Perahu itu kini menjelma menjadi sebuah gunung yang di kenal dengan nama Tangkuban Perahu, yang artinya perahu terbalik.

Pesan moral dari Cerita Rakyat Sangkuriang adalah jangan memaksakan kehendak kita kepada orang lain, saling menghargai dan mau menerima pendapat orang lain merupakan sifat yang terpuji.

Read More →

Cerita Rakyat | Roro Jonggrang

0 Comments

Cerita Rakyat Roro Jonggrang | Dongeng Candi Prambanan

Hai adik-adik semua. Apakah kalian pernah mendengar cerita rakyat Roro Jonggrang? Jika belum ini ini saat yang tepat bagi kalian menyimak kisah ini yang juga dikenal sebagai Dongeng Candi Prambanan. Tentunya kalian bingung apa hubungan antara Roro Jonggrang dengan Candi Prambanan yang ada di Yogyakarta. Untuk tahu jawabannya kalian harus membaca kisah ini hingga selesai. Selamat membaca.

Cerita Rakyat Roro Jonggrang | Dongeng Candi Prambanan dari Yogyakarta

Dahulu kala, di Desa Prambanan, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Baka. la memiliki seorang putri yang sangat cantik bernama Roro Jongrang.
Suatu ketika, Prambanan dikalahkan oleh Kerajaan Pengging yang dipimpin oleh Bandung Bondowoso. Prabu Baka tewas di medan perang. Dia terbunuh oleh Bandung Bondowoso yang sangatb sakti.
Bandung Bondowoso kemudian menempati Istana Prambanan. Melihat putri dari Prabu Baka yang cantik jelita yaitu Roro Jongrang, timbul keinginannya untuk memperistri Roro Jongrang.
Roro Jonggrang tahu bahwa Bandung Bondowoso adalah orang yang membunuh ayahnya. Karena itu, ia mencari akal untuk menolaknya. Lalu, ia mengajukan syarat dibuatkan 1.000 buah candi dan dua buah sumur yang dalam. Semuanya harus selesai dalam semalam.
Advertisements
Bandung Bondowoso menyanggupi persyaratan Roro Jonggrang. Ia meminta pertolongan kepada ayahnya dan mengerahkan balatentara roh-roh halus untuk membantunya pada hari yang ditentukan. Pukul empat pagi, hanya tinggal lima buah candi yang belum selesai dan kedua sumur hampir selesai.
Mengetahui 1.000 candi telah hampir selesai, Roro Jonggrang ketakutan.
"Apa yang harus kulakukan untuk menghentikannya?" pikirnya cemas membayangkan ia harus menerima pinangan Bandung Bondowoso yang telah membunuh orangtuanya.
Cerita Rakyat Roro Jonggrang Dongeng Candi Prambanan
Akhirnya, ia pergi membangunkan gadis-gadis di Desa Prambanan dan memerintahkan untuk menghidupkan obor-obor dan membakar jerami, memukulkan alu pada lesung, dan menaburkan bunga-bunga yang harum. Suasana saat itu menjadi terang dan riuh. Semburat merah memancar di langit dengan seketika.
Ayam jantan pun berkokok bersahut-sahutan. Mendengar suara itu, para roh halus segera meninggalkan pekerjaan. Mereka menyangka hari telah pagi dan matahari akan segera terbit. Pada saat itu hanya tinggal satu sebuah candi yang belum dibuat.
Bandung Bondowoso sangat terkejut dan marah menyadari usahanya telah gagal. Dalam amarahnya, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca untuk melengkapi sebuah buah candi yang belum selesai.
Batu arca Roro Jonggrang diletakkan di dalam ruang candi yang besar. Hingga kini, candi tersebut disebut dengan Candi Roro Jonggrang. Sementara itu, candi-candi di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu (Candi Seribu) meskipun jumlahnya belum mencapai 1.000.
Pesan moral dari Cerita Rakyat Roro Jonggrang | Dongeng Candi Prambanan adalah jangan memaksakan kehendak kita kepada orang lain, hormati apa yang menjadi keinginan orang lain. Kita pun tidak akan suka jika dipaksa mengerjakan pekerjaan yang tidak kita sukai.


Read More →

Cerita Rakyat | Lutung Kasarung

0 Comments

Cerita Rakyat Indonesia : Lutung Kasarung
      Pada zaman dahulu kala hiduplah seorang putri bernama Purbasari. Dia merupakan anak bungsu dari Prabu Tapa Agung yang merupakan raja kerajaan pasir batang. Purbasari memiliki enam orang kakak perempuan yaitu Purbararang, Purbadewata, Purbaendah, Purbakancana, Purbamanik dan Purbaleuih.

      Purbasari sangat baik sifat dan kelakuannya. Dia lembut, manis budi, ddan suka menolong. Siapapun juga yang membutuhkan pertolongan dengan senang hati dibantunya. Selain hatinya yang elok, Purbasari juga memiliki paras yang cantik dan rupawan, setiap orang yang melihatnya pasti jatuh hati pada pandangan pertama. Sayangnya kecantikan dan kebaikan hati purbasari tidak menurun dari kakak sulungnya Purbararang yang berperangai sangat buruk. Walaupun cantik Purbararang sangat kasar, sombong, kejam dan iri hati terhadap siapapun juga.
       Setelah bertahta dalam waktu yang cukup lama, Prabu Tapa Agung berniat turun tahta. Telah dipikirkan masak-masak, bahwa untuk melanjutkan kepemimpinannya dia akan menunjuk Purbasari. Sang Prabu telah mengamati selama puluhan tahun bahwa Purbasari adalah sosok yang paling pantas menggantikannya, bukan Purbararang walaupun Purbararang adalah anak sulungnya. Pemikirian dari sang Prabu yang bijaksana ini terutama karena sifat dan perilaku anak sulungnya yang buruk. Prabu Tapa agung khawatir, jika Purbararang menjadi Raja maka ketentraman dan kedamaian kehidupan rakyat akan terganggu dan bahkan menjadi rusak akibat kepemimpinan Purbararang yang memiliki sifat sangat buruk.
          Dihadapan seluruh pembesar kerajaan dan juga ketujuh putrinya raja, Prabu Tapa Agung menyerahkan takhtanya kepada Purbasari. Prabu Tapa Agung lantas meninggalkan istana kerajaannya untuk memulai hidup barunya sebagai pertapa.
Purbararang sangat marah luar biasa mendapati takhta Kerajaan Pasir Batang diserahkan kepada adik bungsunya dan tidak kepada dirinya. Maka, berselang satu hari sejak penobatan Purbasari menjadi Ratu Kerajaan Pasir Batang, Purbararang menghubungi Indrajaya tunangannya. Keduanya kemudian meminta bantuan nenek sihir untuk mencelakai Purbasari.
Nenek sihir jahat memberikan boreh (zat berwarna hitam yang dibuat dari tumbuhan) kepada Purbararang. Nenek sihir itu berkata.” Semburkan boreh ini kewajah dan seluruh tubuh dari Purbasari.”
Purbararang segera melaksanakan pesan dari si nenek sihir. Boreh itu disemburkan ke wajah dan seluruh tubuh Purbasari. Akibatnya diseluruh tubuh Purbasari bermunculan bercak-bercak hitam yang mengerikan. Dengan kondisi tersebut Purbararang memiliki alsan untuk mengusir Purbasari dari istana.
“ Orang yang dikutuk hingga memiliki penyakit mengerikan ini tidak pantas menjadi Ratu kerajaan Pasir Batang. Sudah seharusnya dia diasingkan ke hutan agar penyakitnya tidak menular.” Kata Purbararang.
         Purbararang kemudian mengambil tahta Kerajaan Pasir Batang. Dia memerintahkan Uwak Batara yang merupakan penasihat istana mengasingkan Purbasari ke hutan.
Ketika Purbasari tengah diasingkan dihutan, terjadilah masalah besar di khayangan. Pangeran Guru Minda tidak berkenan menikah dengan bidadari khayangan seperti yang diperintahkan Sunan Ambu ibunya. Pangeran Guruminda hanya berkenan menikah dengan perempuan yang kecantikannya setara dengan Sunan Ambu ibunya.
Sunan ambu menjelaskan bahwa sosok perempuan yang secantik dirinya hanya akan ditemui Pangeran Guruminda di dunia manusia. Namun jika pangeran Guruminda bersikeras ingin menemui wanita sesuai keinginannya itu, dia harus pergi ke dunia tidak dalam bentuk pangeran Guruminda yang gagah dan tampan, melainkan harus dalam wujud penyamaran berupa lutung.” Lutung kasarung namamu.” Kata sunan Ambu.” Apakah engkau bersedia melakukannya?”
Pangeran Guruminda menyatakan kesediannya. Setelah menjelma menjadi seekor Lutung Kasarung, Pangeran Guru Minda segera turun ke dunia manusia. Dia tiba di hutan. Dalam waktu singkat saja Lutung Kasarung sudah menjadi raja para lutung dan kera dihutan tersebut. Hal ini sangat wajar karena tidak ada kera dan lutung yang mampu menandingi kesaktian, kecerdasan dan kekuatan dari Pangeran Guruminda.
           Lutung Kasarung mengetahui keburukan dan kekejaman dari Purbararang yang bertakhta sebagai ratu di kerajaan Pasir Batang. Lutung Kasarung atau Pangeran Guruminda benar-benar ingin memberi pelajaran kepada Ratu yang kejam tersebut. Maka, ketika dia mendengar rencana Purbararang mencari hewan kurban di hutan, Lutung Kasarung membiarkan dirinya ditangkap oleh orang-orang suruhan Purbararang.
Sebelum dijadikan hewan kurban, Lutung Kasrung tiba-tiba mengamuk dan menimbulkan kerusakan di istana Pasir Batang. Para prajurit kerajaan Pasir Batang yang berniat menangkapnya dibuat tidak berdaya. Kalang kabut semua yang berniat meringkusnya. Lutung Kasarung sepertinya menunjukan permusuhan dengan semua prajurit Kerajaan Pasir Batang.
Melihat kondisi prajuritnya yang terus terdesak. Purbararang meminta Uwak Barata untuk menjinakan Lutung Kasarung. Anehnya saat Uwak Batara maju ke medan laga, Lutung Kasarung seperti tidak berniat menyakiti Uwak Batara. Bahkan saat Uwak Batara menangkapnya Lutung Kasarung tidak melawan. Purbararang segera meminta Uwak Batara membuang Lutung Kasarung ke hutan dimana Purbasari diasingkan. Dia menghendaki Purbasari tewas dimangsa Lutung Kasarung yang dianggapnya sebagai hewan buas.
Uwak Batara Lengser membawa Lutung Kasarung ke hutan dimana Purbasari diasingkan. Uwak Batara Lengser yakin bahwa Lutung Kasarung bukanlah hewan biasa, oleh karena itu dia memberikan pesan kepada Lutung Kasarung saat mereka bertemu Purbasari.” Lutung, puteri yang saat ini ada didepanmu adalah putri dari Prabu Tapa Agung. Ia adalah Putri yang baik hati dan seharusnya menjadi Ratu Kerajaan Pasir Batang. Hanya karena kekuatan jahatlah dia diasingkan dan tersingkir ke hutan ini. Oleh karena itu hendaklah engkau menjaga junjungan kami ini.”
        Lutung Kasarung menganggukan kepala tanda mengerti. Maka sejak saat itu Lutung Kasarung menjadi penjaga sekaligus menjadi sahabat dekat Purbasari. Dengan hadirnya Lutung Kasarung disisinya membuat kesedihan Purbasari perlahan sirna. Dia mendapatkan sahabat yang menghibur dan melindunginya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Lutung Kasarung memerintahkan para kera untuk membawa makanan dan buah-buahan untuk Purbasari. Kelembutan hati, kebaikan dan sifat baik Purbasari membuat Lutung Kasarung semakin lama semakin sayang kepada Purbasari. Sedangkan sikap tanggung jawab, kepemimpinan dan kecerdasan dari Lutung Kasarung membuat Purbasari menjadi jatuh cinta. Semakin lama mereka merasa tidak dapat dipisahkan lagi.
Tanpa diketahui Purbasari, Lutung Kasarung memohon kepada ibundannya Sunan Ambu untuk dibuatkan taman yang indah dengan tempat pemandian untuk Purbasari. Sunan ambu lantas memerintahkan para dewa dan para bidadari turun ke bumi untuk mewujudkan keinginan dari putranya. Para Dewa dan Bidadari membuatkan taman dan tempat mandi yang sangat indah untuk Purbasari. Pancurannya terbuat dari emas murni. Dinding dan lantainya terbuat dari batu pualam. Air telaga yang mengalir berasal dari telaga kecil yang murni bersih dan dengan doa-doa dari para dewa. Para Dewa dan Bidadari menyebut taman yang indah itu Jamban Salaka. Selain dibuatkan telaga dan taman yang indah, para bidadari menyiapkan beberapa pakaian indah untuk Purbasari. Pakaian itu sangat indah dan lembut. Terbuat dari awan yang lembut dengan hiasan batu-batu permata dari dalam lautan. Tidak ada pakaian di dunia ini yang mampu menandingi keindahan pakaian Purbasari.

Pada saat melihat telaga dengan pancuran yang indah. Purbasari segera berniat mandi untuk membersihkan diri. Pada saat itulah boreh kutukan yang menempel di wajah dan tubuhnya perlahan sirna. Kecantikannya telah kembali. Lutung Kasarung yang melihat hal tersebut menjadi terperangah tidak menyangka orang yang selama ini disayangi ternyata wanita yang sangat cantik mempesona. Bahkan kecantikan Purbasari dapat mengalahkan kecantikan dari Sunan Ambu. Lutung Kasarung dan Purbasari sangat senang dengan keadaan ini. Walaupun Purbasari telah kembali kewujudnya yang cantik rupawan, kasih sayang Purbasari terhadap Lutung Kasarung tidak berkurang, malah bisa dikatakan semakin bertambah.
Kabar mengenai kembalinya kecantikan Purbasari didengar Purbararang. Purbararang tidak percaya dengan berita ini, dia masih percaya diri karena tahu bahwa boreh yang disemburkan kepada Purbasari mengandung kutukan yang sangat jahat dan kuat. Purbararang lantas mengajak tunangannya untuk melihat kebenaran berita tersebut. Betapa kagetnya dia melihat Purbasari telah kembali kesosok nya yang cantik rupawan. Purbasari terlihat semakin mempesona dengan balutan pakaian dari para bidadari.
Purbararang khawatir, telah kembalinya kecantikan adiknya Purbasari akan mengancam takhta yang saat ini dikuasainya. Dia pun memutar otak mencari cara untuk kembali menyingkirkan adiknya tersebut, bahkan kali ini dia berniat menyingkirkan Purbasari untuk selama-lamanya. Purbararang lantas menantang Purbasari untuk beradu panjang rambut. Katanya.” Jika rambutku lebih panjang dibandingkan rambut Purbasari, maka leher Purbasari harus dipenggal algojo kerajaan.”
Purbararang menelan kekecewaan yang besar setelah terbukti rambutnya yang sebetis kalah panjang dengan rambut Purbasari yang sepanjang tumit. Purbararang sangat malu mendapati kekalahannya. Untuk menutupi kekalahannya. Purbararang mengemukakan tantangan baru untuk Purbasari. Tidak tanggung-tanggung tantangan ini diucapkan didepan seluruh masyarakat Kerajaan Pasir Batang. Dengan suara lantang agar didengar warga masyarakat, Purbararang berkata.” Jika wajah tunanganmu lebih tampan dibandingkan wajah tunanganku, takhta Pasir Batang akan kuserahkan kepadamu. Namun jika sebaliknya, maka engkau hendaklah merelakan lehermu dipenggal algojo kerajaan.”
Purbasari paham dia tidak akan mampu menang pada tantangan kali ini. Namun cintanya kepada Lutung Kasarung membuatnya tegar. Dia menggenggam tangan Lutung Kasarung. “ Aku mencintaimu dan ingin engkau menjadi suamiku.” Ucapnya kepada Lutung Kasarung. Air mata berlinang mengalir dikedua pipinya. Lutung Kasrung balas menggenggam tangan Purbasari kemudian mengusap air mata dipipi putri cantik jelita itu.
Purbararang tertawa terbahak-bahak.” Monyet hitam itu tunanganmu?”
“ Iya.” Jawab Purbasari lantang dan mantap.
Sebelum Purbararang memerintahkan algojo untuk memenggal Purbasari. Lutung Kasarung tiba-tiba duduk bersila dengan mata terpejam. Mulutnya terlihat komat-kamit. Tiba-tiba asap tebal menyelimuti tubuh Lutung Kasarung. Tidak dalam waktu yang lama, asap tebal menghilang, sosok lutung kasarung dengan wajah jelek, menghilang seiring berlalunya asap pekat. Berganti dengan sosok Pangeran guru Minda yang sangat tampan dan gagah.
           Terperanjatlah semua yang hadir ditempat itu mendapati keajaiban yang luar biasa tersebut. Betapa tampannya Pangeran Guru Minda, bahkan sangat jauh melebihi ketampanan Indrajaya tunangan dari Purbararang.
Pangeran Guruminda lantas mengumumkan bahwa ratu kerajaan Pasri Batang yang sebenarnya adalah Purbasari. Purbararang telah mengalami kekalahan dari tantangan yang dibuatnya sendiri.
Dalam kondisi seperti itu, Purbararang tidak dapat menyangkal dan mau tidak mau mengakui kekalahannya. Tidak ada lagi yang dapati diperbuatnya selain menyerakan takhta kerajaan pasri batang kepada adiknya Purbasari. Dia pun memohon ampun atas kejahatan yang telah dilakukannya bersama Indrajaya tunangannya. Dengan kebaikan hatinya, Purbasari memaafkan kesalahan kakak sulungnya itu.
          Sejak saat itu Purbasari kembali bertakhta sebagai Ratu. Segenap rakyat sangat bergembira menyambut ratu mereka yang baru, dan sekaligus terlepas dari belenggu pemerintahan Purbararang yang jahat. Mereka semakin berbahagia mengetahuii bahwa Ratu Mereka Purbasari menikah dengan Pangeran guruminda yang tampan dan gagah. Purbasari dan Pangeran guruminda pun hidup berbahagia.

Pesan Moral dari Cerita Rakyat Indonesia Lutung Kasarung adalah Kebenaran dan Kebaikan akan dapat mengalahkan kebatilan dan kesewenang-wenangan. Kebenaran pada akhirnya akan keluar sebagai pemenang.

Read More →